director online

Motivator Indonesia, Corporate Motivator, Johan Yan, Budiono Lie

Smart Leadership
"Harold Wilson: Kriteria Pemimpin Ideal"

Budiono Lie, Director of PT.Total Quality Indonesia

Harold Wilson adalah perdana menteri Inggris yang hidup pada tahun 1916 - 1995. Selama menjabat sebagai seorang Perdana Menteri, Harold pernah mengalami kisah cukup unik. Saat itu ia sedang menyampaikan pidato di sebuah lapangan terbuka dan diikuti oleh ribuan penduduk Inggris.

Pada saat pidato tersebut berlangsung, tiba-tiba sebutir telur melayang dan mendarat tepat di wajahnya. Kejadian tersebut berlangsung sangat cepat, sampai-sampai petugas tak sempat melindungi Harold. Dilansir bahwa pelaku pelemparan yang nekad itu adalah seorang anak kecil berusia kurang dari 10 tahun.

Semula sang perdana menteri berniat membebaskan anak kecil itu. Tetapi belakangan ia meminta asistennya mencatat nama, alamat dan nomor telepon anak kecil tersebut. Tindakan Harold memancing protes warga. Masyarakat Inggris mengira Harold akan menjebloskan anak itu ke penjara, jika sudah besar kelak.

Kejadian tersebut sempat memicu rasa tidak senang di kalangan masyarakat Inggris atas kepemimpinan Harold. Untuk menghindari kesalahpahaman, Harold-pun langsung mengumumkan kepada masyarakat Inggris tentang tujuannya mencatat nama dan alamat anak kecil itu. Ia ingin meluruskan maksud atau tujuan sesungguhnya. "Prinsip hidup saya adalah mencari tahu kewajiban saya ketika melihat kesalahan orang lain. Anak kecil itu sudah melempar wajah saya dengan telur, itu jelas perbuatan tidak sopan. Saya melihat kemampuannya melempar sangat luar biasa. Sehingga saya berkewajiban untuk memerintahkan mentri olah raga agar mengarahkan dan membina anak itu menjadi seorang olahragawan yang hebat di masa yang datang," tegas Harold panjang lebar.

Dari kisah Harold Wilson, kita bisa belajar keteladanan seorang pemimpin sejati. Harold menunjukkan kepada kita karakter luhur dari seorang pemimpin. Ia berketetapan untuk melaksanakan tanggung jawab dengan baik, dengan melayani kepentingan seluruh warganya. Ketika ia dilempar telur, ia sebenarnya punya hak untuk membalas dendam, tetapi alih-alih memuaskan dendamnya, ia malah mempunyai visi dan program untuk kesejahteraan masyarakat, bukan untuk kepentingan diri sendiri atau golongan. Ia bertindak lebih jauh dari sekedar memimpin dirinya sendiri, melainkan berusaha mengayomi semua warganya tanpa membedakan warga yang kaya atau miskin, dan lain sebagainya.


Budiono Lie
Director PT. Total Quality Indonesia





Copyright PT. TOTAL QUALITY INDONESIA

Email : info@tqpartner.com, best view please use firefox browser