PT TOTAL QUALITY INDONESIA | THE BEST COPRPORATE MOTIVATOR
SINGAPORE JAKARTA SURABAYA

director online

image

VIrus instan

Budiono Lie Director of PT.Total Quality Indonesia

Hari-hari ada satu virus baru yang sangat mematikan. Pergerakannya tidak kasat mata, namun memiliki efek sama mematikannya dengan virus HIV. Saya menyebutnya dengan VIRUS INSTAN, dan parahnya banyak yang tidak menyadari bahwa ia telah terpengaruh virus mematikan ini. Dalam pengamatan saya, banyak generasi muda sekarang memiliki mental bekerja untuk sukses secara instan. Kerja sedikit inginnya langsung naik pangkat, naik gaji, buka toko langsung rame, langsung kaya, dan lain-lain. Yah, ini tidak bisa disalahkan juga karena lingkungan kita sekarang banyak mengajarkan hal-hal yang instan. Contohnya bikin mie kalau dulu harus repot, sekarang ada mi instan; bayar rekening listrik dulu harus antri sekarang cukup ke ATM; bikin kopi dulu harus repot sekarang ada kopi 3 in 1; dulu kalau mau ke lt.3 harus naik tangga, sekarang ada lift; bahkan di kantor saya, Graha Pena banyak orang yang bahkan untuk naik dari lantai 1 ke lantai 2 saja pakai lift (Oh My God!) Budaya inilah yang akhirnya membentuk para generasi muda ingin sukses secara instan, yang sering mengakibatkan turn offer karyawan di perusahaan meningkat. Apakah sesuatu yang instan itu baik? Ya mungkin baik pada awalnya, tapi coba lihat segala sesuatu yang instan tersebut pasti ada efek samping yang tidak sehat seperti fast food.

Dulu saya berpikir saya tidak mau memulai sesuatu dari bawah, inginnya mengerjakan sesuatu langsung berhasil, inginnya langsung jadi bos dan punya banyak perusahaan bahkan sewaktu keluarga saya meminta agar saya mencari pengalaman kerjapun saya tidak mau. Kenapa? Karena saya tidak suka diperintah. Saya maunya langsung diatas. Virus instan ini begitu kuatnya mempengaruhi saya, tapi untungnya impian saya bisa mengalahkan virus instan ini. Disini saya ingin berbagi bagaimana cara saya mengalahkan virus instan?

1. Hilangkan ego/gengsi, biarkan orang mau ngomong apa tentang kita karena sukses tidak dilihat dari siapa kita sekarang tapi jadi apa kita nanti. Seorang juara ditentukan pada waktu mencapai garis finish.
2. Hilangkan sikap perfeksionis, jangan buang peluang didepan mata hanya karena kata-kata ‘Tidak Suka’. Banyak orang sukses yang bekerja bukan di bidangnya. Dan setelah dia sukses, hal yang dia sukai tersebut malah dijadikan hobi. So, dia melakukan hobinya benar-benar untuk kesenangan bukan untuk cari uang.
3. Kerjakan sesuatu bukan berdasarkan uang tapi berdasarkan peluang. Dulu saya mau bekerja tidak dibayar karena saya tahu peluang untuk sukses di pekerjaan saya sangat besar.
4. Sadari bahwa sukses butuh pengorbanan, pada waktu masih bayi Tuhan mengajarkan kepada kita untuk merangkak dulu untuk bisa berjalan. Pada usia 1 tahun, Tuhan mengajarkan kepada kita untuk berjalan dulu untuk bisa berlari. Tuhan mengajarkan tidak ada yang instan, untuk bisa berlari dan melompatpun kita butuh belajar minimal 3 tahun.

Apa yang ingin saya sampaikan adalah pahami hukum proses. Bahwa selalu ada harga yang harus dibayarkan untuk setiap kesuksesan kita. Seperti yang selalu disampaikan Johan Yan, Director TOTAL QUALITY, bahwa sukses adalah perjalanan. Setiap nilai-nilai yang kita temui dalam perjalanan tersebut malah yang kadang jauh lebih berharga dari kesuksesan yang akan kita raih. Virus Instan justru menghilangkan bagian terbaik dalam pengejaran kita menuju kesuksesan. Percayalah…. [BDW]





PT. TOTAL QUALITY INDONESIA
image

Copyright PT. TOTAL QUALITY INDONESIA 2009


Jakarta Office:
Menara Prima Suite 27i,
Jl. Lingkar Mega Kuningan Blok. 6.2, Jakarta 12950, Phone (021) 579 48480-2, Fax (021) 579 48456
Surabaya Office:
Graha Pena Building Lt. 9 Suite 909
Jl. A. Yani 88 Surabaya Telp. 031. 8274915/16 , Fax (031) 828 4671

Email : info@tqpartner.com, best view please use firefox browser